Halaman Arsip 3

Perasaan

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke “hati”. Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam “hati” apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam “hati” untuk diolah. Karena “hati”-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke “hati”. Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke “hati” sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

PenyaLaGunaAn KebeBaSan PeLajaR

BANDUNG,

Meski sudah berkali-kali dirazia, anggota geng motor di Kota Bandung masih saja menebarkan teror. Hari Sabtu sore, geng motor menyerbu SMAN 5 Bandung. Aksi brutal tersebut mengakibatkan tiga siswa SMAN 5 terluka, dan sebuah mobil milik siswa mengalami kerusakan.

Tiga orang yang mengalami luka di antaranya Iqbal Nasution , Fajar Wahadiat , dan Bobby Muhammad Zulfikar . Ketiganya siswa kelas II di SMAN 5. Korban Iqbal mengalami luka bocor di bagian belakang kepalanya sehingga mendapat tiga jahitan saat dirawat di RS Halmahera.

Lanjutkan membaca ‘PenyaLaGunaAn KebeBaSan PeLajaR’

KeruSuHan PeLajaR

Seorang lelaki yang dipukul pekan lalu saat aksi kekerasan yang meluas di Prancis tewas Senin (7/11) kemarin, kata sang janda. Peristiwa ini menjadikan korban fatal pertama dalam aksi kerusuhan yang berlangsung sejak 11 hari lalu.

Jean-Jacques Le Chenadec (61), dihantam hingga koma Jumat lalu oleh seorang lelaki muda yang mengenakan penutup kepala saat dirinya berbincang-bincang dengan tetangganya di sebuah estat di wilayah pemukiman Stains-Paris utara.

Sang janda, berbicara setelah pertemuan dengan menteri dalam negeri Nicolas Sarkozy, mengatakan dirinya ingin pelaku dihukum.

“Menteri dalam negeri, yang saya dukung penuh dengan segenap jiwa, berjanji untuk melakukan segalanya untuk menolong kami,” imbuhnya.

Dua tetangga ini sedang membicarakan aksi kekerasan saat insiden terjadi, kata polisi.

Jean-Pierre Moreau (58), yang juga terkena serangan pulih dari cedera kepala Senin kemarin. Ia mengatakan para penyerang memukul setelah memberitahukan jika mereka sedang membicarakan mengenai mobil-mobil keduanya.

 

« Halaman Sebelumnya